Dewa Poker
Agen Judi Online
Logo Iklan Baris
Fashion
Elektronik
Otomotif
Properti
Perlengkapan Rumah
Makanan
Jasa
Ragam
 

Jelang Prancis vs Jerman: Pembalasan Tim Ayam Jantan

 04 July 2014       Dilihat 2412 kali



Jelang Prancis vs Jerman: Pembalasan Tim Ayam Jantan
- Stadion Jalisco di kota Guadalajara, Meksiko menjadi saksi bertemunya dua kekuatan Eropa di pentas Piala Dunia pada laga semifinal yang berlangsung pada tanggal 25 Juni 1986. Di menit ke 88, serangan Prancis kembali digagalkan oleh penjaga gawang Harald “Toni” Schumacher yang tampil cemerlang. Saking gemesnya dengan kiper Jerman tersebut, Platini seakan-akan mau menghajar bola yang telah berada di pelukan Schumacher.

Selepas kejadian tersebut, Toni memulai serangan balik dengan melempar bola ke sayap kiri Jerman, di sana telah berdiri penyerang Klaus Allofs yang sejurus kemudian memberikan umpan lambung ke penyerang pengganti Rudi Voeller yang berdiri bebas. Melihat kiper Joel Bats yang maju mencoba menutup ruang geraknya, Voeller melambungkan bola ke atas penjaga gawang Prancis tersebut dan membobol gawang Les Bleus sekaligus menutup laga dengan skor kemenangan Jerman atas Prancis 2-0. Die Nationalmannschaaft berhak melaju ke laga puncak melawan Argentina.

Jelang Prancis vs Jerman


Kedua tim ini akan kembali berlaga di perempat final Brasil 2014, Jumat (4/7) malam WIB. Dua wakil Eropa ini melaju ke perempat final dengan menyandang status juara grup masing-masing dan menaklukkan wakil Afrika di 16 besar. Aljazair yang tampil cemerlang dilibas Jerman dengan skor 2-1 meskipun harus melalui perpanjangan waktu, sementara tim Ayam Jantan melangkah ke perempatfinal usai mengalahkan Elang Super Nigeria dengan 2-0.

Prancis menghadapi laga esok dengan percaya diri usai kembalinya Mamadou Sakho dari cedera yang memaksanya absen di perdelapan final. Selain itu trio Mathieu Valbuena, Karim Benzema dan Antoine Griezmann diyakini bakal mengisi starting lineup Prancis. Meski sebenarnya ada penyerang Arsenal Oliver Giroud yang sedang dalam performa mengesankan kala mengalahkan Nigeria. Lini tengah yang dikoordinir Yohan Cabaye dan terlebih barisan belakang Prancis yang terkenal rapuh pun makin solid. Hal ini sangatlah penting mengingat tim yang akan mereka hadapi bukanlah tim kelas dua melainkan yang berisi sederetan gelandang dan penyerang kelas dunia milik anak asuh Joachim Loew.

Kembalinya Bastian Schweinsteiger yang sempat absen di laga awal fase grup jelas memberikan suntikan kualitas dan kepercayaan diri ke kubu tim Panser. Cederanya bek Sampdoria Skhrodan Mustafi kala menaklukkan Aljazair kemungkinan akan ditutup oleh Jerome Boateng yang di pertandingan sebelumya memang mengisi pos tersebut. Namun hal ini terjadi bila benteng Borussia Dortmund Mats Hummels telah sembuh dari flu dan cukup fit untuk menjadi jenderal lini belakang bersama Per Mertesacker. Jika tidak, kemungkinan kapten Philip Lahm yang dikorbankan untuk mengisi pos bek kanan dan mempercayakan pos jangkar tim kepada Sami Khedira.
Kepercayaan diri tinggi milik Manuel Neuer yang terlihat kala menutup lubang yang terjadi akibat bek Jerman kalah cepat dengan penyerang Aljazair dengan acapkali maju ke depan layaknya seorang libero musti diwaspadai jika tidak mau menyesal kemudian. Didier Deschamps selaku pelatih Les Bleus pasti telah membaca celah ini, dan jika Loew maupun Neuer meremehkan hal ini dan berlaku ceroboh bukan tidak mungkin gol milik Dejan Stankovic ke gawang Neuer dari tengah lapangan saat Internazionale berjumpa Schalke 04 di Liga Champions 2010/11 bisa terjadi kembali.

Laga yang berlangsung di Maracana bakal mengingatkan akan sejarah kelam saat keduanya bersua di semifinal Piala Dunia Spanyol 1982. Saat itu bek sayap Prancis Patrick Battiston, yang baru masuk selama 10 menit sebagai pemain pengganti mempunyai peluang emas menjebol gawang Jerman yang dijaga Toni Schumacher, namun tendangannya menyamping. Toni Schumacher yang terbang menutup gerak Battiston menabrak pemain Prancis tersebut hingga terkapar nyaris pingsan.

Kejadian tersebut membuat Battiston ditandu keluar lapangan dengan 2 giginya lepas dan 3 tulang rusuknya retak. Anehnya, wasit Charles Corver dari Belanda tidak menganggapnya sebagai sebuah pelanggaran. Meski Toni telah minta maaf dan Battiston juga telah memaafkan namun kejadian tersebut mewarnai lembaran sejarah dengan warna hitam.
Perjumpaan Prancis dan Jerman kali ini merupakan yang ke-26 dalam sejarah pertemuan kedua tim serta dipercaya akan sangat sengit. Di ajang Piala Dunia, keduanya baru bertemu 3 kali. Jerman masih unggul dua kemenangan, Prancis hanya kebagian jatah satu kemenangan. Jika para penyerang Prancis mampu memanfaatan kelebihan dalam hal kecepatan dan kegesitan, maka Prancis bisa menyamakan kedudukan. Namun jika Jerman yang makin lama tampil makin panas bak mesin disel, mampu bermain taktis dan stabil dalam 90 menit seperti yang mereka tunjukkan di babak perpanjangan waktu perdelapan final, maka besar kemungkinan Panser Jerman akan kembali melindas si Ayam Jantan.

Sumber : https://id.olahraga.yahoo.com


TESTIMONIAL

"Alhamdulillah setelah saya beriklan di iklanbaris.co ini usaha saya sudah mulai banyak penyewa, ikla..."
Ony, Padang
"Alhamdulillah banyak pengunjung, respon positif ke web setelah pasang iklan di iklanbaris.co, semoga..."
Fitra, Jakarta Timur
+ Lihat Semua Tulis Testimonial
Isi Pulsa Online Isi Pulsa Online